bella's BLog

Mekanisme pembentukan plak

Posted on: October 25, 2010

Plak Gigi

Plak gigi memegang peranan penting dalam suatu proses karies dan inflamasi pada jaringan lunak gigi. Plak gigi adalah suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang biak dan melekat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan.

1.1.1   Komposisi Plak

Ada 3 komposisi yang membentuk plak dental yaitu mikroorganisme, matriks interseluler yang terdiri dari komponen organik dan komponen anorganik. Kompisisi plak yang terbesar adalah mikroorganisme. Diperkirakan lebih dari 400 spesies bakteri dijumpai dalam plak dental. Mikroorganisme non-bakteri yang dijumpai dalam plak adalah spesies Mycoplasma, ragi, protozoa, dan virus. Mikroorganisme tersebut berada diantara matriks interseluler yang juga mengandung sedikit jaringan seperti sel-sel epitel, makrofag, dan leukosit.

Suatu penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang dominan dalam semua plak gigi adalah jenis kokus terutama Streptokokus yang dapat menghasilkan asam dengan cepat dari hasil metabolisme karbohidrat. Mikroorganisme tersebut selain mampu membentuk asam (asidogenik) juga tahan asam (asidurik).

Matriks interseluler merupakan 20-30% massa plak  yang mengandung bahan organik dan abahan anorganik. Komponen organik terdiri dari Bahan organik yang mencakup polisakarida, protein, glikoprotein dan lemak. Komponen anorganik yang ditemukan  terutama kalsium dan fosfor yang terutama berasal dari saliva. Kandungan organik semakin meningkat seiring dengan pembentukan kalkulus.

1.1.2   Proses Pembentukan Plak

Proses pembentukan plak dibagi menjadi 3 fase, yaitu pembentukan pelikel, kolonisasi awal pada permukaan gigi dan kolonisasi sekunder dan pematangan plak. Ketiga proses pembentukan plak akan dibahas pada subbab berikut.

1.1.2.1 Pembentukan Pelikel

Perlekatan bakteri ke permukaan gigi diawali oleh pembentukan pelikel pada permukaan gigi. Pelikel merupakan suatu lapisan organik bebas bakteri dan terbentuk dalam beberapa menit setelah permukaan gigi yang bersih berkontak dengan saliva dan pada permukaan gigi berupa material stein yang terang apabila gigi diwarnai dengan bahan pewarna plak. Pembentukan pelikel pada dasarnya merupakan proses perlekatan protein dan glikoprotein saliva pada permukaan gigi. Pelikel tersebut berasal dari saliva  cairan sulkular dan produk bakteri. Pada fase  awal permukaan gigi atau restorasi akan dibalut oleh  pelikel glikoprotein.  Pelikel berfungsi sebagai penghalang  protektif yang akan bertindak sebagai  pelumas permukaan dan mencegah desikasi (pengeringan) jaringan. Selain itu, pelikel bekerja seperti perekat bersisi dua, satu  sisi melekat ke permukaan gigi, sedangkan permukaan lainnya merupakan sisi yang  melekatkan bakteri pada permukaan gigi.

Kolonisasi Awal Pada Permukaan Gigi

Kolonisasi awal pada pemukaan gigi  di permukaan enamel dalam 3-4 jam  didominasi oleh mikroorganisme fakultatif gram positif, seperti Streptokokus sanguins, Streptokokus mutans, Streptokokus mitis, Streptokokus salivarius, Actinomyces viscosus  dan  Actinomyces naeslundii.Pengkoloni awal tersebut  melekat ke pelikel dengan bantuan  adhesion,  yaitu : molekul spesifik yang berada  pada permukaan bakteri. Dalam perkembangannya terjadi perubahan ekologis pada  biofilm,  yaitu peralihan dari lingkungan awal yang  bersifat  aerob dengan spesies  bakteri fakultatif gram-positif menjadi lingkungan  yang sangat miskin oksigen  dengan adanya spesies bakteri anaerob gram-negatif setelah 24 jam.

Kolonisasi Sekunder dan Pematangan Plak

Plak  akan meningkat jumlahnya  setelah kolonisasi awal permukaan gigi

melalui dua mekanisme terpisah, yaitu:

a.  Multiplikasi dari bakteri yang telah melekat pada permukaan gigi.

b.  Multiplikasi serta perlekatan lanjut bakteri yang ada dengan bakteri baru

Dalam tiga hari, pengkoloni sekunder yang tidak turut sebagai pengkoloni awal ke permukaan gigi yang bersih meningkat, seperti  Prevotella intermedia, Prevotella  loesheii,  spesies  Capnocytophaga, Fusobakterium nucleatum dan Prophyromonas gingivalis. Bakteri pengkoloni sekunder akan melekat ke bakteri yang sudah melekat  ke pelikel. Interaksi yang menimbulkan perlekatan bakteri pengkoloni sekunder ke bakteri pengkoloni awal dinamakan koagregasi. Fase akhir pematangan plak pada hari ke-7 ditandai dengan menurunnya jumlah bakteri gram positif dan meningkatnya bakteri gram negatif.

referensi

1.        Daliemunthe SH. Pengantar periodonsia.Medan : USU Press, 2008 : 108-111.

2.        Gerhrig-Nield JS.  Dental plaque biofilms.  http://www.dentalcarestamford.com

1.        Haake KH. Dental Plaque: Structural, Microbiological and Developmental Characteristics. http://www.dent.ucla.edu/pic/members/microbio/mdphome.html

About these ads

1 Response to "Mekanisme pembentukan plak"

terimakasih :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kursus Bahasa Inggris

Make Big Money With Very Less Work

tutorial dapat dollar dari jss

www.panduanjss.co.cc

arsip

RSS Kabar Kampus

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

paid surveys

RSS kecantikan dan lifestyle

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 9,953 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: